sahabat selamanya

Standar

By: Divasari Larasati Ul’haq
SMP N 1 Bandar Lampung
Bandar Lampung
Lampung

Pagi yang cerah. Mentari mulai menampakkan sinarnya. Burung berkicau. Alarm Hp-ku berbunyi mebangunkanku pagi ini. Segera aku meyambar handuk dan melankah ke kamar mandi. Setelah siap dengan seragam putih-biruku aku menuju ke ruang makan.

‘Pagi kak Rafa, pagi ma, pai pa’ Sahutku kepada mereka.

‘Pagi juga Aline’ Sapa mereka kepadaku.

Namaku Aline Sagitta Arienta ahahaha keren ya ? Panggil aku aline aja deh. Aku anak SMP Nusa Bansa kelas 7. Aku punya kakak loh namanya kak Rafa di kelas 9. Disekolah ini aku memiliki sahabat yan bernama Sisil dan Virgo.

‘Ma, aku berangkat ya Assalammualaikum’ sahutku sambil menyambar tas dan naik kemotor yang dari tadi sudah dinyalakan oleh ayah ku.

Pelajaran metematika yang membuat aku mengantuk berat. Buatku metematika itu pelajaran yang paling menakutkan seumur hidup. Bukan apa-apa karena aku paling gak suka yang namanya hitung-hitungan. Akhiranya istirahatpun tiba aku segera mengambil ancang-ancang untuk kabur ke kantin dan membeli beberapa makanan ringan untuk dimakan. Setelah itu aku kmbali lagi ke kelas. Dikelas aku langsung duduk di lantai dekat loker kelas kami dan mengobrol.

‘Oh ya hari ini katanya ada anak baru loh’ Seru Sisil dengan semangat 45 ‘Katanya dia bakal masuk kelas kita habis istirahat ini?’ Lanjutnya

‘ Terus ?’ tanya kami semua penasaran yang lansung membuat Sisil mati gaya saat itu juga. Tentu saja kami langsung tertawa. Sisil memang anak yang enak diajak bercanda.

Tak lama bel masuk berbunyi kami duduk dibangku masing-masing. Tak lama Bu Ina masuk sambil membawa anak perempuan yang menurutku lumayan. Nama dia adalah Yasmin. Dari wajahnya terlihat sosok dia yang jutek dan cuek bebek. Yaaah kesan pertama bertemu dengannya sepertinya menyenangkan. Namun, anggapanku salah ! Dia anak yang nyebelin abisss (rada alay ya wkwkwk). Dia duduk di bangku paling sudut di belakang. Senang rasanya melihat anak itu terasin duduknya.

Istirahat kedua aku berusaha mengubah kesannya yang jutek, cuek, sombong dan nyebelin menjadi anak yang yaaah . . . Menyanangkan. Namun, itu tidak berhasil dia malah menorongku hingga jatuh. Sontak saja Virgo, Sisil dan teman-temanku menolongku. Kini mereka malah membenci Yasmin.

Ingin tau cerita selanjutnya ? Tunggu ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s