SAHABAT YANG TAK PERNAH AKUR

Standar
By: Delva Yolanda
Bangko
Jambi
Siang itu begitu panas, maklumlah karna sekarang musim kemarau…, Aku mengelap keringatku dengan sapu tangan pink bermotiv bunga yang di berikan mentari dia adalah sahabatku. Kami berteman dari SD ketika kami masih anak-anak dan sekarang kami telah beranjak remaja karna sudah duduk di bangku SMP. Aku mentari sangat dekat dan seperti saudara.
Tiba-tiba ketika hendak melangkahkan kaki keluar gerbang sekolah, Yuli memanggilku,,, Delva …. Delva ??! Tunggu donk?? dari tadi Aku nyariin kamu e… Kamu malah pulang duluan kata Yuli sambil menarik tanganku, tanpa ku sadari sapu tangan pink itu jatuh dan tertinggal hingga terinjak-injak oleh siswa-siswa yang ingin pulang.
Mentari berjalan seorang diri … Karna dia lagi sedih karna baru putus dari pacarnya di tambah lagi Delva dan Yuli kedua sahabatnya meninggalkan dia hingga mentari berjalan sendiri, mentari ngomel-ngomel dalam hati…. ‘Delva..Yuli awas yach kalau ketemu Aku marahi… Kan Aku lagi sebel…??Benar-benar gak setia kawan.
Perlahan mentari berjalan menuju gerbang sekolah matanya tertuju pada sapu tangan pink yang terlihat kumuh itu. Owh…owh… itu sapu tangan pernah gw liat?? Punya siapa ya guman mentari dalam hati^_^
Ini kan sapu tangan yang pernah gw kasih untuk Delva ketika Delva berulang tahun…
Benar-benar tega Delva membuang sapu tangan pemberianku… Sebenarnya apa salahku guman mentari dalam hati bertambah panas dan marah lah hati mentari saat itu.
Sesampai di rumah Delva menghempaskan badanya di tempat tidur dia buang tasnya sembarangan soalnya capek banget… Ketika ia hendak memejamkan matanya tiba-tiba pintu kamarnya terbuka terlihatlah wajah Sopi nongol dan masuk ke kamarnya… Hmmm guman Delva sebel..! Sopi adalah adiknya yang masih duduk di kelas 2 SD. Tapi Aku dan Sopi sering bertengkar hanya karna hal-hal kecil. Bagiku mama lebih menyayangi Sopi ketimbang Aku.
Keesokkan harinya setiba di skool mentari marah-marah dengan ku ‘Delva kamu tega sekali mambuang sapu tangan yang tlah ku berikan padamu padahal kita selama ini kita berteman cukup lama . Aku benci padamu Delva kata mentari setengah berteriak sambil marah-marah,,, bel pun berbunyi dan membuat Aku kaget, mentari maafkan Aku ujar Delva tapi
Aku tak pernah membuang sapu tangan pemberianmu itu, Aku selalu menjaganya mentari Aku tak menyadari kalau sapu tangan itu terjatuh ujar Delva pada mentari tapi mentari telah keburu berlari meninggalkan Delva yang masih terdiam. Dengan lesu Delva menuju kelasnya dia dudk lemas di samping Yuli semenjak kejadian itu Aku dan mentari gak pernah Akur… sahabat yang tak pernah Akur ***
Bersambung ………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s