Cinta bertepuk sebelah tangan atau tidak?

Standar

saat aku kelas 3 di salah satu SMP negri jakarta aku menyukai teman sekelas ku yang bernama fadli, dia anaknya baik, cakep, dan pintar so banyak yang suka sama dia. sekarang dia sudah mempunyai pacar yang bernama sari, sari memang pintar, cantik, dan tak ada yang kurang darinya, jauh beda denganku.
SMPku mengadakan liburan ke jogja. aku sebis dengan teman sekelasku yang ikut termasuk fadli. saat hari keberangkatan kita ke jogja aku terlambat datang dan saat aku datang kursi di bis itu tinggal tersisa satu yang untuk diisi oleh 3 orang, aku, dea, dan eka duduk disana saat aku melihat siapa yang duduk di belakang ku ternyata fadli dia duduk tepat di belakangku yaitu di pinggir. saat itu aku senang dia melihat ke arahku mungkin karena aku lepas kerudung. setelah beberapa lama kemudian aku menoleh sedikit untuk melihat sedang apa fadli di belakang ternyata dia sedang tertidur dan pindah tempat duduk di pojok. tak lama kesenangan aku bertahan ketika melihat bis lain dari sekolah aku membalap bis yang aku tumpangi terlihat seorang wanita yang tersenyum melihat fadli, ternyata dia sari, aku melihat kearah fadli ternyata dia tidak sadar dan tetap tertidur, sepintas di dalam hatiku lewat sebuah kata “YES!” aku bersorak di dalam hati, saat aku melihat sari, senyumnya terlihat luntur di bibirnya.
sampai di jogja aku mengambil kunci kamar hotel dan tidur bersama teman-temanku yang mengetahui aku suka dengan fadli. hari keesokannya aku tak mengalami pengalaman yang baik atau buruk dengan fadli mungkin itu karena aku menjahuinya aku takut aku melihat dia dengan sari berduaan.
saat hari terakhir di jogja aku dan yang lainnya mengunjungi kraton. saat tiba disana kraton masih tutup akhirnya kami semua menunggu di depan kraton duduk di bawah pohon, aku tak melihat atau pun mencari fadli namun temanku yang bernama indah berkata “kayak sinetron deh!” “apaan?” tanya heran aku “noh tadi fadli nengok ngeliat sari abis itu ngeliat lu, kayak bingung milih yang mana, wakaka” ujar indah yang aku tanggapi hanya mungkin kebetulan atau mungkin yang dia lihat bukan aku karena di tempat aku duduk bukan hanya ada aku.
setelah dari kraton kami mengunjungi candi boroduddur, setelah itu kami mengunjungi gua jati, dan restorant untuk makan sore. setelah itu kami langsung melanjutkan perjalanan menuju jakarta. saat pukul 8 malam aku sudah merasa mengantuk namun karena ada film kartun yang di stel di bis aku dan teman-teman tidak tidur, setelah kira-kira 20 menit setelah itu aku mulai merasa pusing mual dan itu di rasakan bukan cuma aku tapi fadli, dan banyak penumpang lainnya, diduga karena makanan restoran. aku yang duduk di tengah mundurin kursi aku sehingga posisinya agak tidur dan dapat melihat fadli yang duduk di pojok. saat itu aku bersaha untuk tidur menyenderkan kepala aku ke kursi samping ku yang tidak diturunkan kursinya namun kepala aku seperti hampir jatuh kebelakang, lalu fadli menyenderkan lututnya di belakang kursi samping kepala aku dan dia bilang “awas pala lu jatoh, udah tidur aja” aku yang mendengar itu hanya bisa diam dan kembali meneruskan tidurku dengan kepala bersender di lututnya. saat sampai di depan sekolah aku dan fadli belum di jemput kami menunggu di dalam sekolah “dingin ya?” tanya dia yang aku jawab dengan anggukan, saat itu memang udara sangat dingin kami sampai pada pukul 4 pagi. “nih pake aja” fadli memberi jaket yang iya pakai buat aku pakai. “gak usah lu aja!” “udah pake aja!” dia menaruh jaket itu ke punggung aku. dada aku terus berdeegup kencang tak berhenti. setelah itu dia sudah di jemput namun dia tidak pulang melainkan hanya berdiri disampingku mungkin iya menunggu jaketnya. akhirnya ayah aku datang menjemput, aku langsung melepas jaketnya namun di tahan “pake aja!” ucap fadli aku langsung memasukan barang ke mobil dan masuk ke mobil. saat aku melihat ke arahnya dia melambaikan tangan dan bilang “bye!” aku hanya membalas dengan senyuman kerena sangking gugupnya.
setelah itu aku belum bertemu kembali dengannya dan kabarnya fadli mau masuk SMA yang sama dengan sari pacarnya dan SMA itu beda dengan SMA yang aku tuju. tapi aku melihat di twitternya dia ngetwitt “SMA xx apa SMA xx ya?” SMA yang di tuju sari dan SMA yang di tuju aku.
sampai sekarang aku juga masih memikirkan kejadian itu, “kejadian kemarin tidak akan aku lupakan!” ucapan aku saat sampai di rumah yang membuat aku sakit sendiri karena 2 hari setelah itu aku pergi ke mall dengan temanku dan bertemu dia dengan sari sedang makan di restoran dan sari memakai jaket fadli. saat itu aku mengatakan “aku akan melupakan kejadian kemarin!” di dalam hati, teman aku yang saat itu sedang bersama aku “sa lu gak papa? kita pulang aja yuk!” temanku “gua gak papa ko gua juga gak suka lagi sama dia!” aku membohongi perasaan aku untuk yang kesekian kalinya.
aku terus bertanya-tanya apa kira-kira maksud kelakuannya kemarin-kemarin?!:-/ bingung

The end…

Pesan : Jangan pernah menganggap ‘biasa’ seorang yg memberi ‘perhatian’ yg tanpa kamu sadari… karena akan menjadi sangat ‘luar biasa’ disaat kamu rapuh & terjatuh, namun jangan menganggap terlalu berlebihan karena bisa menyakiti hati kamu.

Penulis,

Nama : nisa (nama samaran)
Email :icha.nisaaa@yahoo.com
Email Facebook : chacha_blablabla@yahoo.com
Alamat YM : icha.nisaaa@yahoo.com
Tempat Tinggal : ciledug, tangerang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s